Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

ketiduran di bus

Bus merah melaju memutar rodanya Supirnya ngantuk Kernetnya ngamuk Penumpangnya batuk Uhuk.. uhuk.. uhuk.. Tiba giliranku ditagih ongkos Kuambil uang dua puluh ribu rupiah Kernetnya minta dua ratus ribu rupiah Kutambah lima ribu jadi dua puluh lima ribu rupiah Kernetnya minta tiga ratus ribu rupiah Kutanya mengapa ongkosnya mahal, Sambil merobek desakan dadanya ia menjawab Seribu untuk rokok Lima ribu untuk makan Lima belas ribu untuk bensin Sembilan belas ribu untuk setoran Sepuluh ribu untuk polisi karena sering nerobos lampu merah Sisanya, dua ratus lima puluh ribu untuk tubuh anakku Yang mati tadi pagi Gara-gara makan obat nyamuk Mayatnya masih kusimpan di tangki bensin

tradisi hari ini

Tradisi Hari Ini Aku duduk di samping pintu Wanita itu segera menyusul di depanku Ia tak kebagian tempat duduk Saat diminta ongkos, seperti kudengar Kernetnya nakal, “dari mana mbak..” “aku baru saja diperkosa lima lelaki Yang satu, terkena amukan warga ia mati Yang kedua, karena putus asa kena HIV, ia bunuh diri Dan tiga orang lain, hilang gara-gara nyebur kali Kernetnya melirik kanan dan kiri Wanita itu berbisik “biasa sajalah, kalau lihat ku memakai bikini, Ini kan sedang tradisi”