Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Evaluasi Pembelajaran Sastra (Puisi)?

Karya sastra mempunyai sifat menghibur dan bermanfaat. Sifat itulah yang membuat karya sastra selalu digemari dari dulu sampai sekarang. Baik puisi, cerpen, maupun novel selalu mempunyai tempat tersendiri di tengah masyarakat yang selalu berubah-ubah. Selain itu, sifat utama sastra adalah memberi kebebasan kepada pembacanya untuk menginterpretasikan kata, makna, amanat, dll. yang terdapat dalam puisi, cerpen, maupun novel. Sesorang tak bisa menyalahkan sepenuhnya interpretasi seseorang terhadap karya sastra yang dibacanya. Hanya saja ada rambu-rambu agar pembaca dapat memahami karya satra secara benar. Puisi termasuk bagian dari karya sastra yang mempunyai penggemar yang cukup besar. Setiap orang bisa menjadi penyair puisi. Begitupun sebaliknya, seseorang bisa membaca puisi tanpa ada batasan interpretasi. Banyaknya minat dan produksi puisi yang berjuta-juta tersebut menandakan bahwa puisi adalah karya sastra yang sangat digemari dari semua kalangan. Hal inilah yang menasbihkan pui...

TIPS MENULIS CERPEN: MULAILAH MEMASAK!

(Pembaca telah merdeka, beri dia kebebasan sepenuhnya) Layaknya sebuah resep masakan, cerpen juga butuh garam dan merica dalam penciptaanya. Setiap masakan mempunyai bumbu-bumbu tersendiri yang membuatnya semakin enak disantap. Bumbu-bumbu itu dicampur menjadi satu, sehingga sulit dipilah-pilahkan. Garam dan merica merupakan salah satu bumbu yang larut dalm masakan, tetapi bumbu yang lain seperti cabe dan bawang taklarut dalam masakan (masih tampak utuh). Walaupun masih tampak utuh, rasa pedasnya cabe pun masih tersa juga dalam masakan. Lalu, apa kaitanya dengan menulis cerpen? Menulis cerpen layaknya memilih bumbu mana yang akan dipakai dalam memasak. Garam memang tidak tampak dalam masakan, tapi rasa asin akan muncul di lidah. Merica masih mungkin tampak terlihat dalam masakan, dan rasanya pun akan masih terasa. Analogi ini menyangkut dengan gaya penceritaan seseorang dalam bercerita. Salah satu sarana yang paling berguna dan paling kuat bagi penulis cerpen adalah sarana und...

PUISI, DEKLAMATOR, DAN JELMAANNYA

Selain cinta hal yang tak terdefinisi lainya adalah puisi. Puisi telah menjelma sosok yang susah diidentifikasi. Semua bisa dikatakan puisi, baik puisi yang ditulis di antologi puisi, koran maupun sekadar ocehan twitter. Kalau seperti ini, maka keberadaan puisi dapat di mana saja dan kapan saja. Produktivitas puisi yang dihasilkan para “penyair” ini telah menembus batas ruang dan batas apresiasi. Namun, ketika puisi-puisi ini semakin populer, justru puisilah yang kehilangan nyawa. Puisi-puisi yang dilahirkan oleh para penyair sungguhan kalah seketika oleh para penyair twitter yang luar biasa produktivitasnya. Maka wajar saja ketika Joko Pinurbo menerbitkan “puitwit”, yaitu puisi-puisi yang tak lebih dari 140 karakter dan melalui media twitter. Puitwit tetap tak kehilangan dayanya walau hanya diungkap tak lebih dari 140 karakter. Mungkin ini sesuai dengan ciri khas puisi yaitu pemadatan makna dalam kata. Di sisi lain, masyarakat semakin tak tertarik membaca puisi di koran, apalag...

TIPS MENULIS CERPEN (MENANAM BIJI JERUK!)

Menanam biji jeruk, berbuah jeruk. Menciptakan suatu cerpen yang menarik merupakan hal yang gampang-gampang susah. Pada  materi pertama telah dijelaskan bahwa menulis layaknya menuangkan air ke dalam gelas. Nah, cerpen yang bagus pastilah tercipta dari tangan penulis yang sering menulis pula. Penulis seperti ini punya banyak sekali ide dalam setiap tulisannya. Mereka menciptakan sebuah alur yang bagus, tokoh yang kuat, dan tema yang menarik. Dari semua ini, muncul pertanyaan “dari mana ide mereka selama ini?” Ide anda adalah biji jeruk dan cerpen anda adalah jeruk. Jika anda menanam biji jeruk yang akan tumbuh adalah tanaman jeruk. Sangat tidak mungkin jika anda menanam biji jeruk, tapi yang tumbuh adalah apel. Pertanyaanya, dari mana anda mendapatkan biji jeruk untuk ditanam? Hanya ada satu jawaban yang tersedia. Biji jeruk tersebut adalah pengalaman Anda sendiri, kehidupan Anda sendiri, kenangan Anda sendiri, mimpi Anda sendiri, dan imajinasi Anda sendiri. Tokoh yang An...

HAK MENGAJAR SEORANG GURU

Chotib (dalam bukunya “Gurunya Manusia”) menyatakan bahwa hak mengajar itu sebenarnya ada pada siswa. Maksudnya adalah guru harus merebut hak mengajar dari siswa. Banyak guru yang tidak disukai siswa karena alasan tertentu; galak, jutek dan lain sebagainya. Intinya siswa belum memberikan hak mengajar kepada guru, dan guru tidak mau merebut hak mengajar dari siswa. Siswa yang belum memberikan hak mengajarnya kepada siswa pada dasarnya tidak akan menerima materi apapun yang diberikan guru. Jadi, guru hanya menjalankan SK mengajar, tapi hak mengajar masih ada pada siswa. Inilah yang salah! Guru harus merebut hal mengajar dari siswa dengan cara yang etis, santun, dan menarik. Jika dalam suatu kelas terjadi suasana yang tidak nyaman, maka nyamankanlah kelas itu. Kata merebut bisa diterjemahkan sebagai upaya guru untuk mendapatkan hati siswanya, bisa dengan permainan, kuis, cerita, atau tingkah laku guru. Nah, jika siswa sudah memberikan haknya untuk guru, apapun yang disampaikan ole...

CERITA KONYOL GURU GAHOOLL

Monica, Gue, dan Gue lagi. Anehnya gue selalu bilang wow sambil makan beling kayak kuda lumping kehabisan emping saat gue lihat senyumnya. Namanya Monica, gadis berambut beringin, kalo lo lihat rambutnya tuh bisa buat nyimpen apa aja, kulkas tanpa pintu pun bisa diumpetin di situ. Waktu itu Monica sedang duduk di bawah pohon di depan sekolah, terus gue ngendap-ngendap masuk lewat gerbang sekolah, sebenernya sih gue biasa aja lewatnya. Haha. Gue parkir motor gue di depan Monica. Motor gue tuh motor cowok banget, warna pink dengan motif kadal lagi nelen garpu di bagian tangkinya. Gue termasuk guru favorit di sekolah ini. Setiap gue lewat, cewek-cewek slalu bilang WOW sambil nempel di mading sekolah. banyak yang iri dengan ketenaran gue ini. Tapi Cuma satu cewek yang tidak tertarik dengan kecakepan gue ini, itu dia, Monica, gadis kribo mirip tina toon yang nyanyi bolo-bolo (nyambung nggak?) haha. Nah, Monica duduk melamun sendiri dibawah pohon, kayak kuntilanak sedang galau karena ...