Aku pernah memberimu notebook cantik sepertimu. Tergambar disana sebuah taman. Kau bermain balon dan aku memainkanmu, Seperti layang-layang ungu setiap minggu Yang kau terbangkan bersamaku. Terdapat juga di sana, Pelaminanmu dan pelaminanku bersatu Menjadi parade madu dan pasti seru. Ketika itu Kau mengenakan gaun ungu, di sebelahmu aku Memakai jas ungu juga kesukaanmu. Sengaja, dipernikahan ini aku memilih tema ungu. Karena kau suka warna itu. Karena kau tak akan memakainya lagi kelak, Karena kau tak akan menginginkanya lagi kelak, Karena ini wujud setiaku padamu, Karena kau tak akan menjanda bersamaku. Di notebookmu tertulis aku cinta kamu Kujawab aku juga cinta kamu.
Ketika Cinta Itu Datang, Maka Ketakutan Menyertainya