Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Kredit

Sesampainya di lampu merah Kutaruh motorku di remukan bulan Di sana Aku menemukan bocah kecil bercelana mungil Di celananya tertulis “Jangan ditabrak, kredit belum lunas!” Kemudian aku meninggalkanya di sebuah bulan Ku selipkan bunga di belahan bokongnya Setelah berjalan sepuluh meter Aku menemukan ibunya Sedang menghitung dosa anaknya Lama aku tak menemuinya kembali, Ku jumpai ia sedang mati dipinggir jalan Dibungkus Koran dan dibacakan cacian Ibunya menangis ditampar debu Malam harinya aku menemui arwahnya Sedang jalan-jalan di pinggir trotoar Diselipkanya bunga di telingaku Dan berbisik “Aku sudah lunas Bang,”

Saus Kacang

Saya sedang mengadakan rapat dengan para saus kacang Di sana ada beberapa rerumputan, dan secuil kerikil hitam Saya mengusulkan diadakan pemilihan antah berantah bagi rerumputan Dan lowongan pekerjaan bagi sejumlah kerikil tajam Dasar saus, tergencet sedikit saja Sudah muncrat, Dasar muncrat, Sedikit saja, melebar kemana-mana. “Kepada para saus kacang, harap tenang,” “Kepada para kerikil harab bersabar,” Tiba-tiba rerumputan bergoyang dan menyanyikan sebuah lagu “Hiduplah Indonesia Raya,” Kerikil menjawab “Amin” Para saus kacang bertanya, “Amin?” Kerikil hanya mampu berserakan, dan rumput hanya bisa bergoyang, Rapat telah dibubarkan Sampai sekarang para saus, tak tahu Amin

Suatu Hari di Penyuluhan

Suatu hari di penyuluhan Kabar baik yang kuterima dari seorang nelayan Adalah ia bukan lagi seorang nelayan Setiap pagi kerjanya hanya Meniduri rob dan menjamahi peninggian jalan Kabar baik yang kuterima dari seorang karyawan Adalah ia bukan lagi sebagai karyawan Setiap petang kerjanya Cuma mancing ikan Bersama mantan nelayan “Ini bukan perahu saya,” “Ini perahu, hasil menjual anak saya ke pendidikan,” “Ini perahu, hasil menjual istri ke perkotaan,” “Ini perahu, hasil menjual Ibu mengemis di jalanan,” Seusai penyuluhan Aku pergi ke perahu itu Dan menemui mayat anaknya sedang bergumam di atas awan

Selingkuh

Aku menemukanmu, di sisa reruntuhan botol susuku. Yang pada saat itu ada saja yang ingin kau tertawakan Bukan tentang bunga sedap malam Hanya tepung yang terurai angin. Katamu Menu hari ini adalah semacam cinta Semacam aroma dusta, Di sertai angin, meniup daun turun. Dan diantara reruntuhan botol susuku Kaulah yang paling lezat diantaranya. Ijinkan aku melaksanakanmu Menunaikan harummu. Saat ini pun aku bukan hanya untuk kau, sayang.

Terjemahan subroto

Pak subroto namanya Setiap rabu mengajar bahasa indonesia Di sekolah indonesia Pak subroto namanya Setiap kamis mengajar bahasa inggris Di sekolah rasa inggris Desa kami bernama desa bahasa Ini bukan tentang bahasa kita Tapi tentang bahasa dunia Dari kecil kami diajarkan menghormati bangsa lain dengan bahasa Dari kecil kami diajarkan mengajari Bangsa lain dengan bahasa Tentang candi, tarian, gemercik sungai. Berkat dari itu kami diajarkan mendapatkan uang tunai. Kali ini pelajaran telah selesai Puisi ini adalah karya kami Diterjemahkan oleh pak subroto “Terimakasih,” Hanya itu yang ku ingat dari bahasa bapak.

Menulis karangan narasi di pondok

banyak sekali potensi yang mampu dikembangkan di pondok pesantren, salah satunya adalah kemampuan menulis. baik menulis karangan fiksi maupun non-fiksi. menurut saya peningkatan kemampuan menulis karangan fiksi di pondok lebih mudah di lakukan. kegiatan di pondok pesantren didominasi oleh ceramah kitab. tak jarang kitab yang ia kaji berisi cerita-cerita. cerita ini digunakan sang pembuat kitab sebagai sarana penyampaian materi. maka dari itu, sebenarnya kemampuan bercerita di pondok pesantren merupakan keterampilan yang sangat potensial. semoga tulisan ini adalah langkah awal saya. amin.

Titi Wuryani

Aku ingin menjadi sebuah hujan Memerdekakan sebutir air Tumpah dan mengalir Aku ingin menjadi hutan Merangkum semua tumbuhan Mekar bersama rembulan Aku ingin menjadi sebuah hutan hujan Memerdekakan sebutir air Merangkum semua tumbuhan Mekar dan mengalir Ia adalah sebenarnya hujan Ia adalah sebenarnya keindahan Dan aku sebenarnya Penikmat keindahan hujan