Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Cerita-Cerita Orang Tua

“Jika kau lupa cara bangun di pagi hari, Tanam saja pohon ini Nak, Konon, jika kau merawat pohon ini, ia akan merawatmu pula. Siramlah setiap hari, kalau daunnya diserang hama, kau cukup membersihkannya. Setelah besar dan rindang, pohon ini akan membawa anak kecil datang, Baik itu anakmu atau anak-anakmu. Mereka bermain tentang tembang yang diajarkan, atau permainan yang tak jelas siapa yang menang. Jika panas, tentu mereka akan berteduh dibawahnya dan kamu menemaninya terlelap. Jika hujan, mereka akan masuk ke rumahmu dan bercerita tentang asyiknya pohon itu. Suatu hari, pohon itu akan menyebarkan biji-biji baru, Anak-anakmu yang nantinya menanamnya, merawatnya dan menghasilkan anak-anak yang sama. Ini nasehatku, jika kamu lupa cara bangun di pagi hari, Sesekali datanglah ke pohon itu, bermain gangsing atau klereng kesukaanmu, Kemudian kamu cari nama ibumu di sela-sela kulit pohon itu. Aku menuliskannya di situ,” Catatan : Puisi ini dimuat ...

JAMAAH

Begini lho kang? Kalau dasarnya beda, hasilnya pun akan beda? Coba jenengan bandingkan, cewek seksi itu yang seperti apa? Yang pakai baju ketat, atau yang pakai baju minim? Semua orang punya definisinya sendiri Kang,” ucap Tarno. Kami berdua sedang membicarakan fatwa-fatwa yang disampaikan beberapa ulama. Memang, Kang Tarno adalah lulusan pondok pesantren terkemuka di Jombang. Sedangkan saya lulusan Madrasah Ibtidaiyah tingkat desa. Mentok-mentoknya saya ngaji Taklim Mutaalim. Lha Kang Tarno, konon sudah ngaji ribuan kitab. Perawakan kang Tarno sih biasa saja, tidak sok santri, dan tidak juga sok alim, tapi kalau bicara urusan agama, dia jagonya. Wong, dia itu istilahnya kyai yang belum dilantik masyarakat. Begini ceritanya, di desa kami tak banyak warga yang lulusan pesantren. Paling-paling ngaji dari madrasah ibtidaiyah saja. Stok kyai di desa kami pun tak banyak, Cuma ada kyai Marjo dan Kyai Komari. Mushola Cuma satu, dan masjid numpang ke desa tetangga. “Kalau pendapat saya ...

Bacalah dengan Puitis!

Beberapa minggu lalu, saya menjadi juri lomba “Puitisasi Alquran”. Pada mulanya saya mengira bahwa ini lomba tulis puisi yang terinspirasi dari ayat Alquran. Namun panitia mengatakan ini lomba baca puisi. Saya mengiyakan tanpa banyak tanya tentang teknis lomba (karena saya sudah pengalaman teknis lomba baca puisi). Sesampainya di tempat lomba, ternyata peserta lombanya adalah “santri” Madrasah Diniyah se-Kabupaten Kendal. Lalu, saya bertanya kepada panitia materi puisi yang dijadikan lomba. Namun, panitia tidak menyediakannya. Katanya materi puisi dibawa sendiri oleh peserta. Sampai pada titik ini, akhirnya saya bertanya tentang format lomba “Puitisasi Puisi” ini. Ternyata ini adalah lomba membaca terjemah Alquran (sari tilawah) dengan pembacaan yang puitis. Karena saya tidak ingin repot-repot tentang penggunaan istilah “Puitisasi Alquran”, saya mengiyakan untuk langsung saja lomba dilaksanakan. Peserta pertama tampil dengan membaca terjemah surat Al-Zalzalah. Dengan perhatian p...

Apersepsi Pembelajaran Zona Alfa 3

Apersepsi Pembelajaran Zona Alfa