Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2009

Surat Sekolah

Ada yang ingin kusampaikan Sepucuk surat yang ku tulis dengan pensil kayu Kayunya ku ambil dari sebatang pohon Di depan sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah Suratnya kukirim dengan prangko tiga ribu rupiah Bergambar rumah adat jawa tengah Di depan rumah, ada aku yang sedang menggambar awan merah Tapi pensilku berwarna hitam Aku ingin membeli pensil warna merah Di toko sebelah Harganya cukup dua ribu rupiah Uangnya ku dapat dari hasil menjual puisi Suratnya kuberikan kepada tukang pos Tukang pos yang dulu seorang guru Di sebuah sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah Ia berkata Sekarang sudah gratis sekolah Silahkan menuju langit mana yang kau suka Jangan lupa kau balas suratku ini Kau tulis dengan pensil kayu Kayunya kau ambil dari sebatang pohon Di depan sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah

semakin lama aku mengejar

tulisan ini bukan puisi, namun hanya sekedar ocehan saya. kenapa? karena ketika saya harus mengenal cinta yang sesungguhnya, ada hal yang harus kupersembahkan untuk yang lain. huh, semoga saja tulisan ini dapat menenangkan hati saya walaupun hanya sementara. he he,,

ketiduran di bus

Bus merah melaju memutar rodanya Supirnya ngantuk Kernetnya ngamuk Penumpangnya batuk Uhuk.. uhuk.. uhuk.. Tiba giliranku ditagih ongkos Kuambil uang dua puluh ribu rupiah Kernetnya minta dua ratus ribu rupiah Kutambah lima ribu jadi dua puluh lima ribu rupiah Kernetnya minta tiga ratus ribu rupiah Kutanya mengapa ongkosnya mahal, Sambil merobek desakan dadanya ia menjawab Seribu untuk rokok Lima ribu untuk makan Lima belas ribu untuk bensin Sembilan belas ribu untuk setoran Sepuluh ribu untuk polisi karena sering nerobos lampu merah Sisanya, dua ratus lima puluh ribu untuk tubuh anakku Yang mati tadi pagi Gara-gara makan obat nyamuk Mayatnya masih kusimpan di tangki bensin

tradisi hari ini

Tradisi Hari Ini Aku duduk di samping pintu Wanita itu segera menyusul di depanku Ia tak kebagian tempat duduk Saat diminta ongkos, seperti kudengar Kernetnya nakal, “dari mana mbak..” “aku baru saja diperkosa lima lelaki Yang satu, terkena amukan warga ia mati Yang kedua, karena putus asa kena HIV, ia bunuh diri Dan tiga orang lain, hilang gara-gara nyebur kali Kernetnya melirik kanan dan kiri Wanita itu berbisik “biasa sajalah, kalau lihat ku memakai bikini, Ini kan sedang tradisi”