Langsung ke konten utama

Surat Sekolah

Ada yang ingin kusampaikan

Sepucuk surat yang ku tulis dengan pensil kayu

Kayunya ku ambil dari sebatang pohon

Di depan sekolah

Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah

Suratnya kukirim dengan prangko tiga ribu rupiah

Bergambar rumah adat jawa tengah

Di depan rumah, ada aku yang sedang menggambar awan merah

Tapi pensilku berwarna hitam

Aku ingin membeli pensil warna merah

Di toko sebelah

Harganya cukup dua ribu rupiah

Uangnya ku dapat dari hasil menjual puisi

Suratnya kuberikan kepada tukang pos

Tukang pos yang dulu seorang guru

Di sebuah sekolah

Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah

Ia berkata

Sekarang sudah gratis sekolah

Silahkan menuju langit mana yang kau suka

Jangan lupa kau balas suratku ini

Kau tulis dengan pensil kayu

Kayunya kau ambil dari sebatang pohon

Di depan sekolah

Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA PARODI VINCENT LEBIH MENGHIBUR DARIPADA BANYAK SULAP DI INDONESIA?

  Ramadan 2026 ini, publik YouTube Indonesia dihibur oleh sebuah penampilan yang tidak biasa. Vincent Rompies memarodikan sosok pesulap dari India, Jadugar Prince. Dari kostum, gestur tubuh, hingga gaya dramatisnya, semuanya tampak sengaja dibuat berlebihan. Secara format, jelas ini adalah parodi. Namun, ada satu hal yang membuat pertunjukan itu berbeda. Vincent tidak memainkan parodi ini secara asal-asalan. Ia tetap membawakan sulapnya secara serius. Gesture panggungnya mantap, ritmenya terjaga, dan trik-triknya tetap dipresentasikan seolah-olah benar-benar sakral. Kombinasi antara kesungguhan dan absurditas inilah yang justru membuat penonton tertawa sekaligus terhibur. Video tersebut kemudian viral. Di tengah kejenuhan publik terhadap format pertunjukan sulap yang terasa monoton, penampilan Vincent hadir seperti angin segar. Fenomena ini sebenarnya membuka satu pertanyaan yang lebih dalam: mengapa parodi yang dimainkan secara serius justru terasa begitu menghibur? Fiksi: Ber...