Langsung ke konten utama

TIPS MENULIS CERPEN (MENANAM BIJI JERUK!)

Menanam biji jeruk, berbuah jeruk.

Menciptakan suatu cerpen yang menarik merupakan hal yang gampang-gampang susah. Pada  materi pertama telah dijelaskan bahwa menulis layaknya menuangkan air ke dalam gelas. Nah, cerpen yang bagus pastilah tercipta dari tangan penulis yang sering menulis pula. Penulis seperti ini punya banyak sekali ide dalam setiap tulisannya. Mereka menciptakan sebuah alur yang bagus, tokoh yang kuat, dan tema yang menarik. Dari semua ini, muncul pertanyaan “dari mana ide mereka selama ini?”
Ide anda adalah biji jeruk dan cerpen anda adalah jeruk. Jika anda menanam biji jeruk yang akan tumbuh adalah tanaman jeruk. Sangat tidak mungkin jika anda menanam biji jeruk, tapi yang tumbuh adalah apel. Pertanyaanya, dari mana anda mendapatkan biji jeruk untuk ditanam?
Hanya ada satu jawaban yang tersedia. Biji jeruk tersebut adalah pengalaman Anda sendiri, kehidupan Anda sendiri, kenangan Anda sendiri, mimpi Anda sendiri, dan imajinasi Anda sendiri. Tokoh yang Anda ciptakan mungkin saja orang yang Anda kenal. Alur yang Anda ciptakan mungkin saja pengalaman Anda sendiri.
Sebelum menanam ide (biji jeruk) ke dalam kertas, Anda harus menelaah dalam-dalam ingatan Anda. Ingatlah biji jeruk anda secara detail. Ingatlah peristiwa Anda secara detail. Ingatlah teman Anda, orang-orangnya, makanannya, mainanya, baunya, suaranya, suara tawanya, dan lain sebagainya. Ketika Anda telah ingat semuanya secara gamblang, yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah menceritakanya ke dalam tulisan. Mulailah dengan kata-kata: “Aku ingat sewaktu ….”
Ini adalah cara yang paling sederhana bagi para penulis pemula. Memang terlihat sangat sedehana, tetapi belum tentu mudah dilakukan. Ada sebagian orang yang takut mengingat kenangan pahitnya. Ada juga orang yang senang mengingat masa lalunya. Namun jika Anda ingin menjadi penulis hebat, Anda tidak boleh takut mengingat kenangan pahit, manis, unik, lucu, dan lain sebagainya.
Ingatlah jika anda menanam jeruk yang akan tumbuh adalah tanaman jeruk (tak mungkin apel). Jangan lupa pula jenis jeruk anda, jika anda menanam jeruk bali, tidak akan mungkin yang tumbuh adalah jeruk mandarin atau yang lainnya. Anda tidak akan bisa membohongi orang lain.
Dasar yang harus dipunyai seorang penulis pemula adalah “cita-cita”. Namun cita-cita  diperlukan hanya sebagai motivasi saja. Penulis pemula sering membayangkan “Andai saja saya seorang Andrea Hirata,” atau “Andai saja saya seorang Putu Wijaya,” dan lain sebagianya. Nah, yang menjadi jebakan adalah penulis pemula akan sering meminjam cara bercerita dari penulis kesayangannya. Cara meminjam adalah jalan terakhir jika Anda telah buntu dengan tulisan Anda. Cerpen yang ingin Anda tulis sebenarnya ada di dalam diri Anda sendiri. Jangan mencarinya di luar diri Anda. Anda harus melihat pengalaman Anda sendiri sebagai bahan cerita.
Dengan mengingat pengalaman atau pengetahuan Anda, bukan berarti semua tulisan yang Anda ciptakan merupakan laporan peristiwa yang bersifat autobiografis, atau bahkan fiksi yang berpijak pada kehidupan yang diingat si pengarang. Cara mengingat seperti ini adalah cara awal yang manjur untuk memulai penciptaan fiksi Anda. Kenangan masa kecil hanyalah permulaan, latihan pertama yang penting dalam perkembangan Anda sebagai penulis cerpen.

Jangan pernah terjebak pada suatu imajinasi yang belum pernah Anda alami. Sebagai contoh, jika Anda ingin menulis cerpen berlatar di Jepang, Anda harus pernah pergi ke Jepang. Jika Anda ingin menulis bahwa mawar itu harum, Anda harus pernah mencium seberapa harumnya bunga mawar. Jangan sampai Anda menulis suatu kepalsuan, yang Anda tidak tahu. Contohnya Anda menulis “Aku mencium tangan mungilnya, seperti aku mencium wanginya anggrek yang baru mekar,”. Anda tahu apa yang salah dengan tulisan ini? Kesalahan terbesar adalah kenyataan bahwa anggrek tidak wangi. Mungkin bagi sebagian orang ini hanya masalah sepele, tapi mungkin juga kesalahan ini akan menghilangkan kepercayaan pembaca kepada Anda. Jika hal ini terjadi, pembaca tidak akan tertarik lagi pada setiap cerpen yang Anda tulis. Bukankah pembaca adalah unsur terpenting untuk cerpen Anda?

NB : ilustrasi gambar dari http://gardenofeaden.blogspot.com/2009/09/how-to-grow-orange-tree-from-seed.html
Daftar Pustaka :
Bird, Carmel. 1996. Menulis dengan Empati, Panduan Empatik Mengarang Fiksi. Bandung:Kaifa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA PARODI VINCENT LEBIH MENGHIBUR DARIPADA BANYAK SULAP DI INDONESIA?

  Ramadan 2026 ini, publik YouTube Indonesia dihibur oleh sebuah penampilan yang tidak biasa. Vincent Rompies memarodikan sosok pesulap dari India, Jadugar Prince. Dari kostum, gestur tubuh, hingga gaya dramatisnya, semuanya tampak sengaja dibuat berlebihan. Secara format, jelas ini adalah parodi. Namun, ada satu hal yang membuat pertunjukan itu berbeda. Vincent tidak memainkan parodi ini secara asal-asalan. Ia tetap membawakan sulapnya secara serius. Gesture panggungnya mantap, ritmenya terjaga, dan trik-triknya tetap dipresentasikan seolah-olah benar-benar sakral. Kombinasi antara kesungguhan dan absurditas inilah yang justru membuat penonton tertawa sekaligus terhibur. Video tersebut kemudian viral. Di tengah kejenuhan publik terhadap format pertunjukan sulap yang terasa monoton, penampilan Vincent hadir seperti angin segar. Fenomena ini sebenarnya membuka satu pertanyaan yang lebih dalam: mengapa parodi yang dimainkan secara serius justru terasa begitu menghibur? Fiksi: Ber...

FABEL: PERSAHABATAN PIPIT DAN BANGAU

Seekor burung Pipit terbang melintasi persawahan di dekat pantai Cahaya kabupaten Kendal. Ia terbang dengan perasan ceria karena hendak menemui sahabatnya, Seekor burung Bangau. Sahabatnya itu tinggal di sebuah pohon di dekat area tambak. Bangau sangat suka ikan-ikan kecil yang sering muncul di pinggir tambak. Sampailah burung Pipit di sarang Bangau. Namun ia tidak menemukan sahabatnya itu ada di sarangnya. Ia mencari di sekitar tambak. Rupanya bangau sedang berdiri satu kaki di tengah tambak. Kemudia burung Pipit segera memanggilknya dari kejauhan. “Bangau, Bangau, ke sini, aku datang,” panggil Burung Pipit. “Iya, saya segera ke situ,” jawab Bangau. Burung Bangau mengepakkan sayapnya yang lebar dan berwarna putih, lalu terbang menhampiri burung Pipit. “Hai, Pipit, apa kabar?” tanya Bangau. “Baik, kamu sendiri?” jawab Pipit. “Aku baik-baik saja, sehat, aku sedang mencari ikan-ikan kecil di sekitar tambak, kamu mau?” tanya Bangau. “Wah, maaf Bangau, aku tidak makan ikan...

CERITA KONYOL GURU GAHOOLL

Monica, Gue, dan Gue lagi. Anehnya gue selalu bilang wow sambil makan beling kayak kuda lumping kehabisan emping saat gue lihat senyumnya. Namanya Monica, gadis berambut beringin, kalo lo lihat rambutnya tuh bisa buat nyimpen apa aja, kulkas tanpa pintu pun bisa diumpetin di situ. Waktu itu Monica sedang duduk di bawah pohon di depan sekolah, terus gue ngendap-ngendap masuk lewat gerbang sekolah, sebenernya sih gue biasa aja lewatnya. Haha. Gue parkir motor gue di depan Monica. Motor gue tuh motor cowok banget, warna pink dengan motif kadal lagi nelen garpu di bagian tangkinya. Gue termasuk guru favorit di sekolah ini. Setiap gue lewat, cewek-cewek slalu bilang WOW sambil nempel di mading sekolah. banyak yang iri dengan ketenaran gue ini. Tapi Cuma satu cewek yang tidak tertarik dengan kecakepan gue ini, itu dia, Monica, gadis kribo mirip tina toon yang nyanyi bolo-bolo (nyambung nggak?) haha. Nah, Monica duduk melamun sendiri dibawah pohon, kayak kuntilanak sedang galau karena ...