Langsung ke konten utama

HAK MENGAJAR SEORANG GURU

Chotib (dalam bukunya “Gurunya Manusia”) menyatakan bahwa hak mengajar itu sebenarnya ada pada siswa. Maksudnya adalah guru harus merebut hak mengajar dari siswa. Banyak guru yang tidak disukai siswa karena alasan tertentu; galak, jutek dan lain sebagainya. Intinya siswa belum memberikan hak mengajar kepada guru, dan guru tidak mau merebut hak mengajar dari siswa.
Siswa yang belum memberikan hak mengajarnya kepada siswa pada dasarnya tidak akan menerima materi apapun yang diberikan guru. Jadi, guru hanya menjalankan SK mengajar, tapi hak mengajar masih ada pada siswa. Inilah yang salah!
Guru harus merebut hal mengajar dari siswa dengan cara yang etis, santun, dan menarik. Jika dalam suatu kelas terjadi suasana yang tidak nyaman, maka nyamankanlah kelas itu. Kata merebut bisa diterjemahkan sebagai upaya guru untuk mendapatkan hati siswanya, bisa dengan permainan, kuis, cerita, atau tingkah laku guru.

Nah, jika siswa sudah memberikan haknya untuk guru, apapun yang disampaikan oleh guru, siswa akan mendengarkan dengan seksama. Dengan seperti ini guru tak akan kesulitan menjalankan skenario pembelajaran yang telah disusun.
Jadi, rebutlah hak mengajarmu! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA PARODI VINCENT LEBIH MENGHIBUR DARIPADA BANYAK SULAP DI INDONESIA?

  Ramadan 2026 ini, publik YouTube Indonesia dihibur oleh sebuah penampilan yang tidak biasa. Vincent Rompies memarodikan sosok pesulap dari India, Jadugar Prince. Dari kostum, gestur tubuh, hingga gaya dramatisnya, semuanya tampak sengaja dibuat berlebihan. Secara format, jelas ini adalah parodi. Namun, ada satu hal yang membuat pertunjukan itu berbeda. Vincent tidak memainkan parodi ini secara asal-asalan. Ia tetap membawakan sulapnya secara serius. Gesture panggungnya mantap, ritmenya terjaga, dan trik-triknya tetap dipresentasikan seolah-olah benar-benar sakral. Kombinasi antara kesungguhan dan absurditas inilah yang justru membuat penonton tertawa sekaligus terhibur. Video tersebut kemudian viral. Di tengah kejenuhan publik terhadap format pertunjukan sulap yang terasa monoton, penampilan Vincent hadir seperti angin segar. Fenomena ini sebenarnya membuka satu pertanyaan yang lebih dalam: mengapa parodi yang dimainkan secara serius justru terasa begitu menghibur? Fiksi: Ber...

Surat Sekolah

Ada yang ingin kusampaikan Sepucuk surat yang ku tulis dengan pensil kayu Kayunya ku ambil dari sebatang pohon Di depan sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah Suratnya kukirim dengan prangko tiga ribu rupiah Bergambar rumah adat jawa tengah Di depan rumah, ada aku yang sedang menggambar awan merah Tapi pensilku berwarna hitam Aku ingin membeli pensil warna merah Di toko sebelah Harganya cukup dua ribu rupiah Uangnya ku dapat dari hasil menjual puisi Suratnya kuberikan kepada tukang pos Tukang pos yang dulu seorang guru Di sebuah sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah Ia berkata Sekarang sudah gratis sekolah Silahkan menuju langit mana yang kau suka Jangan lupa kau balas suratku ini Kau tulis dengan pensil kayu Kayunya kau ambil dari sebatang pohon Di depan sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah