Langsung ke konten utama

Aku Menemukan Wanita Secantik Bunga

Aku menemukan wanita di sebuah spion
Di sebuah jalanan, disertai debu berkalung ungu

Di sebuah spion itulah, kau menyapaku
Menawarkanku semacam cinta.
Suatu hari, kau mengajakku bertatapan di spion
Sebuah mobil, di sela lampu merah, di sebelah truck merah.
Kau menawarkan bibir merahmu dan aku mau
Satu saja kecupan di kening dan membuatku mati kutu
Satu saja kedipan di hati dan membuatku hampir mati.

Aku katakan saja aku sedang bercumbu di sebuah spion
Dengan seorang wanita cantik, berambut nikmat.
Aku katakan saja, ini pengalamanku pertama
Dan akan nikmat selanjutnya

Tapi ternyata, aku salah mata.
Dia bercumbu dengan pria di spion selanjutnya.
Bukan padaku tentunya.

Lampu hijau menyala, selamat tinggal Shela
Tentu saja aku tahu namanya
Tetanggaku yang menulis nama di plat mobilnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA PARODI VINCENT LEBIH MENGHIBUR DARIPADA BANYAK SULAP DI INDONESIA?

  Ramadan 2026 ini, publik YouTube Indonesia dihibur oleh sebuah penampilan yang tidak biasa. Vincent Rompies memarodikan sosok pesulap dari India, Jadugar Prince. Dari kostum, gestur tubuh, hingga gaya dramatisnya, semuanya tampak sengaja dibuat berlebihan. Secara format, jelas ini adalah parodi. Namun, ada satu hal yang membuat pertunjukan itu berbeda. Vincent tidak memainkan parodi ini secara asal-asalan. Ia tetap membawakan sulapnya secara serius. Gesture panggungnya mantap, ritmenya terjaga, dan trik-triknya tetap dipresentasikan seolah-olah benar-benar sakral. Kombinasi antara kesungguhan dan absurditas inilah yang justru membuat penonton tertawa sekaligus terhibur. Video tersebut kemudian viral. Di tengah kejenuhan publik terhadap format pertunjukan sulap yang terasa monoton, penampilan Vincent hadir seperti angin segar. Fenomena ini sebenarnya membuka satu pertanyaan yang lebih dalam: mengapa parodi yang dimainkan secara serius justru terasa begitu menghibur? Fiksi: Ber...

FABEL: PERSAHABATAN PIPIT DAN BANGAU

Seekor burung Pipit terbang melintasi persawahan di dekat pantai Cahaya kabupaten Kendal. Ia terbang dengan perasan ceria karena hendak menemui sahabatnya, Seekor burung Bangau. Sahabatnya itu tinggal di sebuah pohon di dekat area tambak. Bangau sangat suka ikan-ikan kecil yang sering muncul di pinggir tambak. Sampailah burung Pipit di sarang Bangau. Namun ia tidak menemukan sahabatnya itu ada di sarangnya. Ia mencari di sekitar tambak. Rupanya bangau sedang berdiri satu kaki di tengah tambak. Kemudia burung Pipit segera memanggilknya dari kejauhan. “Bangau, Bangau, ke sini, aku datang,” panggil Burung Pipit. “Iya, saya segera ke situ,” jawab Bangau. Burung Bangau mengepakkan sayapnya yang lebar dan berwarna putih, lalu terbang menhampiri burung Pipit. “Hai, Pipit, apa kabar?” tanya Bangau. “Baik, kamu sendiri?” jawab Pipit. “Aku baik-baik saja, sehat, aku sedang mencari ikan-ikan kecil di sekitar tambak, kamu mau?” tanya Bangau. “Wah, maaf Bangau, aku tidak makan ikan...

CERITA KONYOL GURU GAHOOLL

Monica, Gue, dan Gue lagi. Anehnya gue selalu bilang wow sambil makan beling kayak kuda lumping kehabisan emping saat gue lihat senyumnya. Namanya Monica, gadis berambut beringin, kalo lo lihat rambutnya tuh bisa buat nyimpen apa aja, kulkas tanpa pintu pun bisa diumpetin di situ. Waktu itu Monica sedang duduk di bawah pohon di depan sekolah, terus gue ngendap-ngendap masuk lewat gerbang sekolah, sebenernya sih gue biasa aja lewatnya. Haha. Gue parkir motor gue di depan Monica. Motor gue tuh motor cowok banget, warna pink dengan motif kadal lagi nelen garpu di bagian tangkinya. Gue termasuk guru favorit di sekolah ini. Setiap gue lewat, cewek-cewek slalu bilang WOW sambil nempel di mading sekolah. banyak yang iri dengan ketenaran gue ini. Tapi Cuma satu cewek yang tidak tertarik dengan kecakepan gue ini, itu dia, Monica, gadis kribo mirip tina toon yang nyanyi bolo-bolo (nyambung nggak?) haha. Nah, Monica duduk melamun sendiri dibawah pohon, kayak kuntilanak sedang galau karena ...