Pernahkah kau terbuat dari angin?
(Kujawab “ya” aku pernah terbuat dari angin dan strobery busuk buatan tuhan
Hanya tuhan yang pernah membusukan angin
Dan hanya angin yang mampu membusukkan busuk)
Maka tersebutlah
Tuhan memerdekakanmu dari syurga
Mempertemukanmu dengan belukar.
Maka tersebutlah
Tuhan menyerumu dari syurga
Mempertemukanmu dengan neraka
Maka tersebutlah
Tuhan menduniakamu
Menidurimu seraya berkata
“tuhanmu tak pernah tidur untuk menidurkanmu”
Selesai
“Pernahkah kamu terbuat dari tanah?”
Ramadan 2026 ini, publik YouTube Indonesia dihibur oleh sebuah penampilan yang tidak biasa. Vincent Rompies memarodikan sosok pesulap dari India, Jadugar Prince. Dari kostum, gestur tubuh, hingga gaya dramatisnya, semuanya tampak sengaja dibuat berlebihan. Secara format, jelas ini adalah parodi. Namun, ada satu hal yang membuat pertunjukan itu berbeda. Vincent tidak memainkan parodi ini secara asal-asalan. Ia tetap membawakan sulapnya secara serius. Gesture panggungnya mantap, ritmenya terjaga, dan trik-triknya tetap dipresentasikan seolah-olah benar-benar sakral. Kombinasi antara kesungguhan dan absurditas inilah yang justru membuat penonton tertawa sekaligus terhibur. Video tersebut kemudian viral. Di tengah kejenuhan publik terhadap format pertunjukan sulap yang terasa monoton, penampilan Vincent hadir seperti angin segar. Fenomena ini sebenarnya membuka satu pertanyaan yang lebih dalam: mengapa parodi yang dimainkan secara serius justru terasa begitu menghibur? Fiksi: Ber...
Komentar
Posting Komentar