Langsung ke konten utama

Kenangan SD

Aku masih inget seorang teman SD, Namanya Linda Mustika Widiatno. Temen-temen biasa memanggilnaya Linda. Menurutku Linda adalah cewek tercantik waktu itu. Rambutnya panjang, lurus, senyumnya manis, dan cukup baik hati. Memang Linda tak secantik Nikita Willy atau Donita. Tapi lebih cantik lah, kalau dibandingin ama Siren Sungkar. Kulitnya putih langsat. Yang paling ngangeni darinya adalah tahi lalatnya. Terletak dibawah bibir, sebelah kanan. Mungil, manis dan imut banget.
Sewaktu dulu, cintanya anak SD hanya sekadar guyonan. Ada saja hal-hal yang sering kuingat, misalnya pagi-pagi selalu ada gambar hati dipanah, dan di tengahnya ada tulisan nama seorang. Contohnya, Sobirin love Dwi. Ada-ada saja anak SD udah kenal cinta.
Kembali ngomongin Linda, aku mash inget, dulu waktu kelas satu, aku pernah satu bangku sama dia. Rasanya berdebar-debar duduk deket dia. Aku, cowok kurang popular di SD, sebangku dengan cewek paling cantik di kelas itu. Hehehehe… Tapi, ini terjadi selama satu Cawu (tiga bulan). Kelas dua sampai kelas enam, tak pernah lagi duduk berdua semacam itu.
Linda adalah seorang guru SD, bapaknya juga mengajar di kelas kami, namanya pak Yatno. Huuuu,,, bapaknya kalau ngajar menenggangkan. Anak-anak SD dibuat gemeter didepanya. Yah, tapi kuakui cara mengajar beliau cukup bagus lah,,,,
Hem,,, sekarang aku tak tak tahu lagi tentang dia. Sejak lulusan SD, aku tak lagi menemuinya. Ku dengar kabar bahwa dia telah menikah. Tapi entah benar atau tidak,,,, ya undanganya nggak nyampe ke rumahku.
Wasalam,,,, ini tulisan awal, selanjutnya bakal kutilis kalo sudah dapet kabar tentang dia. Oke.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA PARODI VINCENT LEBIH MENGHIBUR DARIPADA BANYAK SULAP DI INDONESIA?

  Ramadan 2026 ini, publik YouTube Indonesia dihibur oleh sebuah penampilan yang tidak biasa. Vincent Rompies memarodikan sosok pesulap dari India, Jadugar Prince. Dari kostum, gestur tubuh, hingga gaya dramatisnya, semuanya tampak sengaja dibuat berlebihan. Secara format, jelas ini adalah parodi. Namun, ada satu hal yang membuat pertunjukan itu berbeda. Vincent tidak memainkan parodi ini secara asal-asalan. Ia tetap membawakan sulapnya secara serius. Gesture panggungnya mantap, ritmenya terjaga, dan trik-triknya tetap dipresentasikan seolah-olah benar-benar sakral. Kombinasi antara kesungguhan dan absurditas inilah yang justru membuat penonton tertawa sekaligus terhibur. Video tersebut kemudian viral. Di tengah kejenuhan publik terhadap format pertunjukan sulap yang terasa monoton, penampilan Vincent hadir seperti angin segar. Fenomena ini sebenarnya membuka satu pertanyaan yang lebih dalam: mengapa parodi yang dimainkan secara serius justru terasa begitu menghibur? Fiksi: Ber...

Surat Sekolah

Ada yang ingin kusampaikan Sepucuk surat yang ku tulis dengan pensil kayu Kayunya ku ambil dari sebatang pohon Di depan sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah Suratnya kukirim dengan prangko tiga ribu rupiah Bergambar rumah adat jawa tengah Di depan rumah, ada aku yang sedang menggambar awan merah Tapi pensilku berwarna hitam Aku ingin membeli pensil warna merah Di toko sebelah Harganya cukup dua ribu rupiah Uangnya ku dapat dari hasil menjual puisi Suratnya kuberikan kepada tukang pos Tukang pos yang dulu seorang guru Di sebuah sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah Ia berkata Sekarang sudah gratis sekolah Silahkan menuju langit mana yang kau suka Jangan lupa kau balas suratku ini Kau tulis dengan pensil kayu Kayunya kau ambil dari sebatang pohon Di depan sekolah Yang sekarang digusur gara-gara surat tanah