Langsung ke konten utama

Menulis dengan air

Satu : bingung memulai?
Menuang air ke dalam gelas
Sekilas anda akan sedikit bingung, apa hubungan antara menulis dengan menuang air ke dalam gelas. Tentu saja ini tidak diartikan secara harfiah saja. Menulis sama halnya dengan menuang air ke dalam gelas. Ini adalah analogi yang paling mudah untuk menjelaskna gampangnya menulis. Daam hal ini menulis cerpen pun sama halnya menuangkan air ke dalam gelas.
Banyak anggapan bahwa menulis cerpen itu sulit. Anda tidak tahu kapan akan memulai cerita sebuah cerpen. Anda kebingungan untuk memualia cerita dari mana. Bahkan suatu waktu, anda berpikir untuk tertarik menulis cerpen, tapi anda tidak punya ide. Atau anda kurang yakin akan ide anda. Anda beragnggapan ide ini terlalu mudah atau terlalu sederhana.
Jangan putus asa begitu saja, yakinlah bahwa setiap tulisan/cerita yang anda buat alkan bermanfaat setidaknya bagi anda sendiri. Dengan perbaikan itu anda akan semakin yakin untuk meneruskan cerita anda. Percayalah bahwa tulisan itu akan dibaca seseorang suatu saat. Percayalah bahwa tulisan/cerpen anda akan menjadi nikmat untuk dibaca.
Menulis sebuah cerpen memang memerlukan ide yang bagus dan terstruktur. Dalam sebuah cerpen setidaknya ada sebua alur yang jelas dan dipahami pembaca. Cara bercerita pun menjadi unsur terkuat agar tulisan menarik. setelah ide didapat maka anda akn memulai dengan lancer.
Setiap penulis pemula, biasanya mempunyai masalah yang sama, yaitu bergantung pada mood. Penulis pemula terkesan menunggu ide, dari pada mencari ide. Atau mungkin merekan sudah mencari ide, tapi sulit menemukanya. Masalah-masalah inilah yang menyebabkan penulis pemula malas untuk meneruskan bakat menulisnya. Kebanyakan merekan hanya terhenti menulis saat ide tidak dating. Merekan menunggu mood dating. Sekarang pertanyaanya, kapan ide itu dating kepada anda?
Menulis cerpen adalah kegiatan menuangkan ide ke dalam sebuah cerita. Menulis erat kaitanya dengan mencurahkan segala apa yang ada di dalam otak, ke dalam kata-kata. Kata-kata harus disusun secara sempurna, agar menghasilkan bahasa yang indah dan nikmat.
Nah, sekarang, jika ide tidak muncul/sulit muncul, maka yang dapat andsa lakukan adalah menulis terus-menerus. Dengan menulis terus menerus, tidak menutup kemunkinan bahwa ide itu akan muncul ketika anda sedang menulis.
Sama halnya dengan menuang air ke dalam sebuah gelas. Jika air terus dituangkan, maka gelas tak mampu menampung air dan akan menumpahkanya keluar. Kita ibaratkan bahwa air itu adalah ide anda, sedangkan gelas adalah otak anda dan menuangkan air adalah kegiatan menulis anda. Maka jika anda terlalu sering menulis, ide dari otak anda akan muncul dengan mudah tanpa terhalang suatu apapun. Maka dari itu, menulis sama halnya dengan menuang air ke dalam sebuah gelas. Air kan tumpah dengan mudak jika anda terus menuangkanya, ide akan mudak keluar jika anda sering menuliskanya.
Jadi, kapan anda akan memulai untuk menulis? “Saat ini!”
Mulailah dari diri anda sendiri
Mulailah dari konsep sederhana
Dan mulailah saat ini.

diskusikan dengan penulis, disini.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA PARODI VINCENT LEBIH MENGHIBUR DARIPADA BANYAK SULAP DI INDONESIA?

  Ramadan 2026 ini, publik YouTube Indonesia dihibur oleh sebuah penampilan yang tidak biasa. Vincent Rompies memarodikan sosok pesulap dari India, Jadugar Prince. Dari kostum, gestur tubuh, hingga gaya dramatisnya, semuanya tampak sengaja dibuat berlebihan. Secara format, jelas ini adalah parodi. Namun, ada satu hal yang membuat pertunjukan itu berbeda. Vincent tidak memainkan parodi ini secara asal-asalan. Ia tetap membawakan sulapnya secara serius. Gesture panggungnya mantap, ritmenya terjaga, dan trik-triknya tetap dipresentasikan seolah-olah benar-benar sakral. Kombinasi antara kesungguhan dan absurditas inilah yang justru membuat penonton tertawa sekaligus terhibur. Video tersebut kemudian viral. Di tengah kejenuhan publik terhadap format pertunjukan sulap yang terasa monoton, penampilan Vincent hadir seperti angin segar. Fenomena ini sebenarnya membuka satu pertanyaan yang lebih dalam: mengapa parodi yang dimainkan secara serius justru terasa begitu menghibur? Fiksi: Ber...

FABEL: PERSAHABATAN PIPIT DAN BANGAU

Seekor burung Pipit terbang melintasi persawahan di dekat pantai Cahaya kabupaten Kendal. Ia terbang dengan perasan ceria karena hendak menemui sahabatnya, Seekor burung Bangau. Sahabatnya itu tinggal di sebuah pohon di dekat area tambak. Bangau sangat suka ikan-ikan kecil yang sering muncul di pinggir tambak. Sampailah burung Pipit di sarang Bangau. Namun ia tidak menemukan sahabatnya itu ada di sarangnya. Ia mencari di sekitar tambak. Rupanya bangau sedang berdiri satu kaki di tengah tambak. Kemudia burung Pipit segera memanggilknya dari kejauhan. “Bangau, Bangau, ke sini, aku datang,” panggil Burung Pipit. “Iya, saya segera ke situ,” jawab Bangau. Burung Bangau mengepakkan sayapnya yang lebar dan berwarna putih, lalu terbang menhampiri burung Pipit. “Hai, Pipit, apa kabar?” tanya Bangau. “Baik, kamu sendiri?” jawab Pipit. “Aku baik-baik saja, sehat, aku sedang mencari ikan-ikan kecil di sekitar tambak, kamu mau?” tanya Bangau. “Wah, maaf Bangau, aku tidak makan ikan...

CERITA KONYOL GURU GAHOOLL

Monica, Gue, dan Gue lagi. Anehnya gue selalu bilang wow sambil makan beling kayak kuda lumping kehabisan emping saat gue lihat senyumnya. Namanya Monica, gadis berambut beringin, kalo lo lihat rambutnya tuh bisa buat nyimpen apa aja, kulkas tanpa pintu pun bisa diumpetin di situ. Waktu itu Monica sedang duduk di bawah pohon di depan sekolah, terus gue ngendap-ngendap masuk lewat gerbang sekolah, sebenernya sih gue biasa aja lewatnya. Haha. Gue parkir motor gue di depan Monica. Motor gue tuh motor cowok banget, warna pink dengan motif kadal lagi nelen garpu di bagian tangkinya. Gue termasuk guru favorit di sekolah ini. Setiap gue lewat, cewek-cewek slalu bilang WOW sambil nempel di mading sekolah. banyak yang iri dengan ketenaran gue ini. Tapi Cuma satu cewek yang tidak tertarik dengan kecakepan gue ini, itu dia, Monica, gadis kribo mirip tina toon yang nyanyi bolo-bolo (nyambung nggak?) haha. Nah, Monica duduk melamun sendiri dibawah pohon, kayak kuntilanak sedang galau karena ...